
Observasi di Pulau Laut: Tim FH Untan Tinjau Langsung Garda Terdepan Pengamanan Perairan Natuna
PULAU LAUT – Dalam rangka memperoleh gambaran empiris mengenai kondisi wilayah perbatasan, Tim Peneliti Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (FH Untan) melakukan pelayaran menuju Pulau Laut menggunakan perahu pompong dari Teluk Buton, Kabupaten Natuna, pada Selasa (9/6/2026). Perjalanan menuju pulau terluar tersebut ditempuh selama kurang lebih lima jam.
Setibanya di Pulau Laut, tim mengunjungi Pos TNI Angkatan Laut (Pos TNI AL) dan berdiskusi dengan personel yang bertugas mengenai pelaksanaan pengawasan wilayah perairan di sekitar pulau terluar Indonesia. Selain melakukan wawancara, tim juga melaksanakan observasi lapangan untuk melihat secara langsung kondisi perairan, jalur pelayaran, serta karakteristik wilayah yang menjadi bagian dari sistem pengawasan Laut Natuna.

Kegiatan observasi ini memberikan perspektif yang berbeda dibandingkan kajian normatif, karena tim dapat mengamati secara langsung berbagai tantangan geografis yang dihadapi aparat dalam melaksanakan patroli dan pengamanan wilayah laut yang sangat luas. Temuan lapangan tersebut menjadi informasi penting untuk memahami kondisi riil pelaksanaan pengawasan di kawasan perbatasan.
Bagi Tim Peneliti FH Untan, hasil observasi tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam menyusun rekomendasi kebijakan hukum yang realistis, aplikatif, dan sesuai dengan kondisi operasional di lapangan.

Penelitian ini dilaksanakan oleh Tim Peneliti Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura yang diketuai oleh Dr. Evi Purwanti, LL.M., dengan anggota Dr. Endah Rantau Itasari, S.H., M.Hum., Ervin Riandy, S.H., M.H., Radifan, S.H., M.H., Henry Anderson Parapat, S.H., M.Kn., dan Rizki Amalia Fitriani, S.H., M.H. Tim juga melibatkan mahasiswa Program Magister Hukum Letnan Kolonel Laut (H) Santana Dipura, S.H., M.Tr.Opsla., serta mahasiswa Program Sarjana Hukum Samson.
Dalam pelaksanaan penelitian lapangan di Kabupaten Natuna, tim yang hadir secara langsung terdiri atas Dr. Evi Purwanti selaku ketua tim, didampingi oleh Ervin Riandy dan Henry Anderson Parapat. Kegiatan lapangan tersebut dilaksanakan untuk menghimpun data empiris melalui wawancara, observasi, dan diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan di wilayah perbatasan Natuna Utara. Sementara itu, anggota tim lainnya berkontribusi pada tahapan perencanaan penelitian, analisis data, hingga penyusunan luaran penelitian. [epw]



