
Diklat Dosen dan Calon Dosen Pengajar Pancasila FH Universitas Tanjungpura oleh BPIP
PONTIANAK – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan bagi dosen serta calon dosen Pengajar Pancasila sebagai bagian dari program nasional penguatan ideologi Pancasila di perguruan tinggi, di Denpasar, 26–27 November 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas akademik dalam pengembangan SDM dan pedagogi para pengajar, sehingga mampu merancang dan menyampaikan pembelajaran Pancasila secara aktual, kritis, dan relevan dengan dinamika keilmuan serta tantangan kebangsaan kontemporer.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura yang mengikuti diklat ini yakni: Muhammad Tahir, S.H., M.H.; Siti Aminah, S.H., M.H.; Tri Dian Aprilsesa, S.H., M.H.; Faizal Achmad, S.H., M.Kn.; Henry Anderson Parapat; Safaruddin Harefa, S.H., M.H., M.Kn.; Dheanita Kusryat, S.H., M.H.; dan Siti Aisyah, S.H., M.H.

Diklat mencakup pendalaman nilai-nilai Pancasila, penguatan literasi ideologi, strategi pembelajaran interaktif, analisis isu hukum dan konstitusi, serta integrasi Pancasila dalam kurikulum pendidikan tinggi. BPIP menghadirkan para pakar Pancasila, akademisi, dan praktisi pendidikan untuk memberikan pembinaan intensif melalui ceramah, diskusi tematik, lokakarya, micro-teaching, dan evaluasi kompetensi.
Peserta memperoleh ruang untuk mengembangkan metode pengajaran yang kontekstual dan adaptif terhadap karakteristik generasi mahasiswa saat ini. Melalui kegiatan ini, BPIP menegaskan komitmennya dalam mendukung perguruan tinggi membentuk dosen Pengajar Pancasila yang berkualitas, berintegritas, dan mampu menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila dalam proses pendidikan hukum.
Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura menyambut baik kolaborasi strategis ini sebagai langkah memperkuat tradisi akademik berbasis nilai dan memperkokoh peran perguruan tinggi dalam pembinaan ideologi bangsa. Diklat ini diharapkan melahirkan pengajar Pancasila yang kompeten, inspiratif, dan siap berkontribusi dalam membangun generasi muda yang memiliki kecakapan intelektual sekaligus karakter kebangsaan yang kokoh.(tid/fnp)



