
Pulau Sekatung: Belajar dari Garda Terdepan Penjaga Kedaulatan Negara
PULAU SEKATUNG – Tim Peneliti Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (FH Untan) melanjutkan rangkaian penelitian lapangan menuju Pulau Sekatung, salah satu pulau terluar Indonesia yang memiliki posisi strategis di Laut Natuna Utara, pada Rabu (10/6/2026).
Setibanya di lokasi, tim disambut oleh Komandan Pos Komando Satuan Marinir Pengamanan Pulau Terluar (Satgasmar Pam Puter), Lettu Marinir Suharyanto, yang memaparkan pelaksanaan tugas pengamanan di wilayah pulau terluar tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, tim memperoleh pemahaman mengenai berbagai aktivitas pengamanan wilayah, pengawasan terhadap lalu lintas laut, serta tantangan operasional yang dihadapi personel yang bertugas di Pulau Sekatung, mengingat letaknya yang jauh dari pusat pemerintahan.

Komandan Pos juga mendampingi tim meninjau sejumlah titik strategis di Pulau Sekatung untuk mengamati secara langsung kondisi geografis, garis pantai, serta posisi pulau yang memiliki arti penting dalam menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bagi Tim Peneliti FH Untan, kunjungan ini semakin memperkuat pemahaman bahwa keberadaan pos pengamanan di pulau-pulau terluar tidak hanya memiliki fungsi pertahanan, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perbatasan.

Penelitian ini dilaksanakan oleh Tim Peneliti Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura yang diketuai oleh Dr. Evi Purwanti, LL.M., dengan anggota Dr. Endah Rantau Itasari, S.H., M.Hum., Ervin Riandy, S.H., M.H., Radifan, S.H., M.H., Henry Anderson Parapat, S.H., M.Kn., dan Rizki Amalia Fitriani, S.H., M.H. Tim juga melibatkan mahasiswa Program Magister Hukum Letnan Kolonel Laut (H) Santana Dipura, S.H., M.Tr.Opsla., serta mahasiswa Program Sarjana Hukum Samson sebagai wujud kolaborasi antara dosen, praktisi, dan mahasiswa dalam menghasilkan penelitian hukum yang berbasis akademik dan didukung oleh pengalaman empiris di lapangan.

Dalam pelaksanaan penelitian lapangan di Kabupaten Natuna, tim yang hadir secara langsung terdiri atas Dr. Evi Purwanti selaku ketua tim, didampingi oleh Ervin Riandy dan Henry Anderson Parapat. Kegiatan lapangan tersebut dilaksanakan untuk menghimpun data empiris melalui wawancara, observasi, dan diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan di wilayah perbatasan Natuna Utara. Sementara itu, anggota tim lainnya berkontribusi pada tahapan perencanaan penelitian, analisis data, hingga penyusunan luaran penelitian. [epw]



